Logo

Dalan Padhang

Gumpang. Kartasura

Kembali
Ramadhan Bukan Beban, Tapi Jalan Terang: Mengubah Mindset Ibadah Tahun Ini
Ramadan

Ramadhan Bukan Beban, Tapi Jalan Terang: Mengubah Mindset Ibadah Tahun Ini

A

Alfi Suryani Yusuf

18 Februari 2026

Seringkali, saat hilal Ramadhan mulai tampak, yang terbayang di benak kita adalah deretan "beban": bangun dini hari saat mengantuk, menahan haus di bawah terik matahari, hingga pengeluaran yang biasanya membengkak. Jika ini yang kita rasakan, mungkin ada yang perlu diperbaiki dari cara kita memandang bulan suci ini.

Di Masjid Dalan Padhang, kami ingin mengajak Anda melihat Ramadhan bukan sebagai rintangan, melainkan sebagai sebuah "Jalan Terang" untuk kembali menemukan diri kita yang terbaik.

1. Menggeser Fokus: Dari "Menahan" ke "Mendapatkan"

Puasa memang tentang menahan diri (imsak), tetapi tujuannya bukan untuk menyiksa fisik. Bayangkan seorang atlet yang berlatih keras; dia tidak fokus pada rasa lelahnya, melainkan pada medali emas yang menanti.

  • Mindset Lama: "Aduh, sebulan ke depan tidak bisa makan siang."
  • Mindset Baru: "Inilah saatnya sel-sel tubuhku beregenerasi dan jiwaku dibersihkan dari racun duniawi."

2. Ramadhan Sebagai "Lampu Jalan" Kehidupan

Hidup selama sebelas bulan seringkali membuat kita merasa redup atau bahkan tersesat dalam rutinitas yang menjemukan. Ramadhan 1447 H hadir sebagai cahaya yang menerangi jalan pulang menuju Allah.

Ibadah yang kita lakukan—mulai dari tilawah hingga sedekah—adalah bahan bakar agar lampu iman kita kembali menyala terang. Saat hati terang, segala urusan hidup yang awalnya terasa gelap dan rumit akan mulai terlihat solusinya.

3. Mengubah Lelah Menjadi Lillah

Kenapa bangun sahur terasa berat? Karena kita hanya melihatnya sebagai aktivitas makan di jam tidur. Namun, jika kita melihatnya sebagai momen quality time dengan Sang Pencipta di waktu paling mustajab (sepertiga malam), maka beratnya kantuk akan kalah dengan manisnya iman.

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

Langkah Praktis Memulai "Jalan Terang" Anda:

  1. Niatkan sebagai "Self-Healing" Spiritual: Jadikan puasa sebagai cara menyembuhkan hati dari penyakit sombong, dengki, dan kikir.
  2. Kurangi Kebisingan: Coba batasi penggunaan media sosial yang tidak perlu. Berikan ruang bagi telinga untuk lebih banyak mendengar ayat suci dan lisan untuk lebih banyak berdzikir.
  3. Hadir di Majelis Ilmu: Sering-seringlah mampir ke Masjid Dalan Padhang. Kebersamaan dalam ibadah (jamaah) akan membuat beban terasa jauh lebih ringan.

Penutup

Ramadhan 1447 H adalah kesempatan emas. Jangan biarkan ia berlalu hanya sebagai ritual tahunan yang melelahkan. Mari kita lalui jalan ini dengan sukacita, karena di ujung jalan ini, ada ampunan dan cahaya yang menanti.

Selamat melangkah di Dalan Padhang menuju kemenangan.