Logo

Dalan Padhang

Gumpang. Kartasura

Kembali
Fiqih Puasa #3: Sunnah-Sunnah Agar Puasa Makin Berkah (Plus Doa Berbuka)
Ramadan

Fiqih Puasa #3: Sunnah-Sunnah Agar Puasa Makin Berkah (Plus Doa Berbuka)

T

Takmir Masjid Dalan Padhang

22 Februari 2026

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jamaah Masjid Dalan Padhang yang dirahmati Allah.
Alhamdulillah, kita telah sampai pada pembahasan terakhir dari seri Fiqih Puasa ini. Setelah memastikan puasa kita sah dan terjaga dari hal-hal yang membatalkan, kini saatnya kita “menghias” puasa kita agar lebih indah dan berkah di hadapan Allah SWT.
Sebuah ibadah akan terasa lebih istimewa jika dihiasi dengan amalan sunnah. Berdasarkan panduan Ngaji Senin bersama Habib Muhammad Al Habsyi, berikut adalah sunnah-sunnah dan adab berpuasa yang sangat dianjurkan.

1. Adab Sahur dan Berbuka

Waktu sahur dan berbuka bukan sekadar waktu makan, tapi ada nilai ibadah di dalamnya.

  • Mengakhirkan Sahur: Sangat disunnahkan untuk sahur, meskipun hanya dengan seteguk air. Mulailah sahur dari pertengahan malam dan lebih baik diakhirkan menjelang waktu fajar.
  • Menyegerakan Berbuka: Begitu azan Maghrib berkumandang, segeralah berbuka puasa.

Urutan Menu Berbuka:
Tahukah Anda bahwa ada urutan sunnah dalam memilih menu berbuka?

  1. Berbukalah dengan kurma (disunnahkan dalam jumlah ganjil, misal 1 atau 3 butir).
  2. Bila tidak ada kurma, minumlah air zam-zam.
  3. Bila tidak ada air zam-zam, cukup dengan air putih.
  4. Bila tidak ada air putih, berbuka dengan apa saja yang berasa manis alami (seperti buah-buahan).
  5. Bila tak ada juga, barulah berbuka dengan makanan atau minuman yang diberi pemanis (seperti teh manis biasa).

2. Doa Berbuka Buasa


اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika afthartu.
"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka."

Dzahabadh dhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa-allaah.
Telah hilang rasa dahaga, telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala, insya Allah.

Alhamdulillahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa afthortu.
Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”

Allahumma innii as-aluka birohmatikal latii wasi’at kulla syai-in an taghfirolii.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuni dosa-dosaku.

3. Amalan Tambahan Penghasil Pahala

Mari penuhi waktu siang dan malam di bulan Ramadhan dengan aktivitas bermanfaat:

  • Memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa. Pahalanya sangat besar!
  • Bagi yang dalam keadaan junub di malam hari, disunnahkan mandi janabat sebelum terbitnya fajar. Disunnahkan juga mandi setiap malam di bulan Ramadhan.
  • Menekuni sholat Tarawih dan Witir berjamaah.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berusaha memahami artinya.
  • Meninggalkan caci maki dan selalu berusaha makan dari rezeki yang halal.
  • Bersungguh-sungguh (meningkatkan ibadah) di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

4. Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari (Makruh)

Meski tidak membatalkan puasa, hal-hal berikut ini bersifat makruh (sebaiknya ditinggalkan) karena bisa mengurangi kesempurnaan puasa:

  • Mencicipi makanan.
  • Melakukan bekam (mengeluarkan darah).
  • Banyak tidur dan makan terlalu kenyang saat berbuka/sahur.
  • Mandi dengan cara menyelam.
  • Memakai siwak (menyikat gigi) setelah masuk waktu Dhuhur.

Semoga rangkaian panduan Fiqih Puasa ini bermanfaat bagi kita semua. Mari kita persiapkan diri sebaik mungkin agar Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang paling indah dan penuh ampunan.

Wallahu a'am bish-shawab.